Sokong Penuh Kesusastraan Sasak Menjadi No. 5

Guminte Lombokte

Marilah kita sebagai suku bangse Sasak menyokong sepenuhnya agar eksistensi Kesusastraan Sasak diakui dan dicatat sebagai sastra Nusantara Ke lima yang hadir di blantika kesusastraan Nusantara di Indonesia maupun di mancanegara.

Lalu bagaimana caranya? Tentu salah satunya adalah melalui buku karya salah seorang penulis senior Sasak: Mamiq Hazairin R. Junep (HRJ), yang berjudul “Gumin Te Lombok Te“. Yoi coy :D , buku ini merupakan karya pertama Sastra Modern Bahasa Sasak yang berisi jawaban-jawaban dan solusi-solusi jitu serta tepat guna terhadap berbagai macam problematika dan isu-isu kehidupan di Gumi Sasak yang secara umum menjadikan suku bangse Sasak menjadi suku bangse yang terpuruk dan terus tertinggal dari suku bangse-suku bangse lain di seluruh persada Nusantara tercinta ini.

Selengkapnya berikut saia kutip dari postingan Mamiq HRJ dari milis KS.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Koran tempo, Selasa 9 Februari 2010, halaman B7, pada kolom Budaya (tepatnya di mari) itu diuraikan mengenai Hadiah Rancage untuk Sastera modern Bahasa Nusantara. Perintisnya adalah Ajip Rosidi 72 tahun, yang pada awalnya memberi hadiah kepada Sastra Sunda sejak 1989 berati sudah berusia 22 tahun.

Sejak 1994 hadiah mulai diberikan untuk karya Sastra Jawa dan 1998 untuk sastera Bali dan yang terakhir 2008 untuk sastra Lampung. Pada Tahun 2010 ini penyerahan hadiah akan dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta pada bulan Mei.

Mengingat bahwa kita Bangsa Sasak sedang merintis Sastra Sasak dan telah pula terbit 2 buku sekaligus mengenai kesasakan. Buku “Guminte Lombokte” adalah karya pertama Sastra Modern Bahasa Sasak. Dengan adanya acara tersebut saya berharap KS’er Yogya akan dapat menghadirinya dan menyerahkan buku tersebut kepada Bapak Ajip Rosidi langsung, agar keberadaan sastra modern Sasak dapat dicatat sebagai sastra Nusantara Ke lima yang hadir di blantika kesastraan Nusantara di Indonesia/dunia. Selain kepada perintis Rancage buku tersebut perlu diberikan kepada balai bahasa yg ada ditiap provinsi dan jurusan sastra Nusantara di seluruh Indonesia.

Dengan demikian kita harapakan nama gumi paer akan lebih dikenal masyarakat luas sebagai negeri seribu logat!.

Maju dan Jayalah bangsa Sasak!

Rahayu

Wallahualambissawab
Demikian dan maaf
Yang ikhlas
Hazairin R. JUNEP

Source: Kesusastraan Sasak No. 5

comments (4)

Track comments via RSS 2.0 feed. Feel free to post the comment, or trackback from your web site.

  1. Feb 12, 2010 | gaous afrizal

    sip!! Mantep, nanti kita beli dah bukunya. Trus dimana donk bisa dapet ni buku?

  2. Feb 12, 2010 | Rifki

    Yah khan ada di link di isi tulisan. Atau klik di mari. Oh iya, saia belum beli itu buku, tapi nanti pasti saia beli koq.

  3. Feb 19, 2010 | Ijét de Rasbani

    Déx te oah beli buku siné éndah. Leguxne arex rencane beli ie sax gen te tulax jox lombox. Nitip ké ?

  4. Feb 21, 2010 | Rifki

    @Ijét de Rasbani -Kanté, iye kenante sino :D . Beli oah julux ngedu képéng épé, leun si te bedeit te gentix iye, ngumbé ? :D

Leave a Comment

Respon Terkini

  1. Feb 21, 2010 by Rifki

    @imcw : OSU, Wah gak nyangka pak dokter sin ...BACALAH SELENGKAPNYA

  2. Feb 21, 2010 by Rifki

    @Dion - Makasih bos buat infonya. hasilnya kita t ...BACALAH SELENGKAPNYA

  3. Feb 21, 2010 by Rifki

    @Ijét de Rasbani -Kanté, iye kenante sino :D. Bel ...BACALAH SELENGKAPNYA