Tentang Pelarangan Film Balibo Five oleh Pemerintah

Film Balibo Five

Well, film Balibo Five menurut rencana akan diputar pada tanggal 6 dan 10 Desember mendatang di even Jakarta Internasional Film Festival. Film tersebut secara terbuka mengungkapkan kebrutalan tentara pada konflik Timor Timur tahun 1975 yang kemudian menyebabkan terbunuhnya lima wartawan Australia. Sayangnya, penayangan itu tidak jadi dilakukan setelah dilarang oleh LSF (Lembaga Sensor Film) yang secara resmi didukung pula oleh pihak TNI.

Tak ayal, berbagai reaksi atas pelarangan film itupun terus bermunculan. Ada yang pro, ada pula yang kontra :D . Di kalangan sineas atau pelaku perfilman nasional, seperti Garin Nugroho, menyesalkan pelarangan tersebut karena menurut dia film itu menjadi diskusi yang bagus bahwa setiap peristiwa mengandung cara pandang yang berbeda dan ia akan memberikan pendewasaan memahami peristiwa itu sendiri.

Adapun AJI (Aliansi Jurnalistik Independen), menilai film sudah obyektif. Memang ada adegan para wartawan dibunuh oleh ABRI. Tapi di sisi lain, sutradaranya juga mengkritisi pemerintah Australia dalam kebijakannnya terhadap Timor Timur. Selain itu juga, ada kekejaman Fretilin.

Masih menurut AJI, pelarangan tersebut terlalu berlebihan dan sangat politis, karena telah mengungkap pelanggaran HAM oleh ABRI (TNI) dalam pembantaian lima jurnalis asing di Balibo tahun 1975. Artinya, pelarang film tersebut terkesan untuk menutupi keterlibatan sejumlah perwira Indonesia.

Sementara itu menurut Jero Wacik (Mendikpur), pelarangan itu tidak bermaksud untuk mengkebiri film tersebut, namun kurang tepat bila tayang di Indonesia karena menyangkut persoalan masa lalu. Karena itu, sebagai film yang menceritakan masa lalu, apalagi menyangkut hubungan kedua negara, tentu sangat tidak pas di pertontonkan di Indonesia.

Di beberapa milis dan forum yang aktif saya ikuti, pun ada yang menilai bahwa film tersebut hanya propaganda Australia yang menyudutkan Indonesia.

Saya pribadi, senada dengan AJI, menilai pelarangan tersebut justeru menunjukkan parno (paraoind) dari pemerintah, khususnya TNI sebagai tertuduh. Jadi, pelarang itu itu tidak perlu dan memang tidak beralasan. Lagipula kritik dalam film tersebut adalah tentara Indonesia membunuh wartawan, artinya tidak berarti semua rakyat Indonesia membunuh. Inilah yang harus kita ingat.

Lebih dari itu, pelarangan film tersebut menunjukkan bahwa orang Indonesia masih kekanak-kanakan dan harus lebih banyak belajar demokrasi dan keadilan serta bagaimana menghargai kebenaran dari orang lain, juga nilai-nilai kemanusiaan.

Sejujurnya Indonesia ini memiliki banyak masalah, termasuk soal kemanusiaan yang disebabkan oleh TNI. Genosida di Aceh, Tanjung Priok, Papua dan sebagainya itu adalah bukti sahih kekejaman militer di masa lampau. Dan sikap paranoid akan film itu justru semakin membuka topeng kebejatan para penjagal kemanusiaan tersebut. Apabila tidak merasa melakukannya, ya sudah, tidak perlu diurus. Jangan lupa tidak ada satupun orang atau suatu negara yang tidak pernah melakukan kesalahan. Apalagi ini ranah politik yang notabene gak berbicara tentang kebenaran, tapi tentang kepentingan.

Usaha menutup-nutupi borok sendiri dengan pelarangan film tersebut juga secara tak langsung merupakan efek dari politisasi serta manipulasi terhadap budaya “mendem jero”, yang mana borok dan penyakit sendiri ditutup-tutupi, lantas berlagak bak seorang ksatria nan suci yang kebal kesalahan, kemudian kesalahan orang lain dibesar-besarkan dan dimanipulasi sedemikian rupa hingga dicitrakan bak seorang yang tak berbudaya dan tak berotak.

Apapun bentuk ketidakadilan itu harus ditindak tegas, siapapun pelakunya. Benar kata seorang tokoh indonesia, bahwa negara ini adalah negara para biadab dan bedabah, merasa diri paling benar sendiri. Amat jelas pemerintah pernah melakukan aneksasi Timor Timur, dan tentu sahaja aneksasi Indonesia ke timor timur adalah politis, pembunuhan wartawan politis pula. Sehingga ketika di lihat dari perspektif apapun, jelas itu adalah sebuah agresi.

Seperti halnya perang kemerdekaan, konflik Timor Timur itu merupakan realitas sejarah kelam Indonesia yang harus diketahui oleh siapapun dari tiap-tiap generasi muda Indonesia. Yup, benar banget sobat, harus kita camkan bahwa kebenaran sejarah itu memang harus diketahui oleh setiap anak bangsa, tentunya dengan membukanya bersama-sama, termasuk melalui film yang bernilai sejarah. Dan film Balibo Five itu merupakan salah satu media pembelajaran sejarah.

Kata orang bijak, setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Begitu pula dengan film Balibo Five. Kita diajarkan agar jangan sampai berfikir bahwa Indonesia merupakan negara suci yang tidak bisa berbuat kesalahan. Artinya, di manapun kejadian semacam itu bisa saja terjadi, tak terkecuali di indonesia.

So, pelarangan terhadap film Balibo Five itu sebisa mungkin segera dicabut, dan biarkan masyarakat menontonnya. Kalau memang isinya benar, maka kita terima dengan ikhlas, dan begitu juga sebaliknya. Marilah kita belajar dari kesalahan. Meskipun itu sulit, khususnya bagi individu tertentu di Indonesia yang telah terdidik menjadi bak dewa, yang pada akhirnya mengklaim diri sebaga pribadi-pribadi adiluhung yang tak bisa salah, meskipun realitanya tidak sedikit ketidakadilan dan kemungkaran yang telah diperbuat.

comments (7)

Track comments via RSS 2.0 feed. Feel free to post the comment, or trackback from your web site.

  1. Feb 11, 2010 | gaous afrizal

    hahaha… pada kondisi perang, apapun bisa terjadi. Tentara menembak wartawan bisa jadi. Karena wartawan juga bisa menjadi mata- mata. Amerika yang perang bawa tank aja seringkali menembak tank temannya sendiri saat perang di irak.

    Dan kondisi saat itu (di film), ngapain juga wartawan ada di markas pemberontak? apa gak cari gara2 tu namanya? Jadi kalau dikatakan pembunuhan saya rasa kurang tepat (lihat sikon)

    ibaratnya begini, kalau para praktisi beladiri “kalau takut kena pukul, lebih baik jangan ikut bertarung. lebih baik pulang tidur”

    Tim – tim adalah agresi ? menurut saya nggak, karena ada masyarkat yang menginginkan untuk bersatu dengan nkri

    mungkin cuma tambahan. Bahwa, pihak australia dari dulu sangat ingin sekali mengambil wilayah Indonesia. Lihat saja, sejak dahulu, mata-mata australia “main-main” dengan indonesia. Untungnya kopassus langsung basmi tu intel2, bahkan sampai berani nyulik masuk ke australia. 4 wilayah yang menjadi incaran australia yaitu, bali dan nusatenggara, NTT, timor-timur. liat saja, sampai di bagian selatan NTT dibangun pertahanan militer ( ada anti udara juga n dijaga rolling tiap 2 jam oleh 2 petugas pengawas).

    kalau misalnya saya menceritakan tentang kehidupan side yang jelek2. tentu saja keluarga side marah2, dan bertanya siapa saya? kok berani-beraninya cerita tentang side tapi kenal side secara dekat pun tidak, paling cuma korek informasi dari sana sini yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

  2. Feb 12, 2010 | Rifki

    Originally Posted By gaous afrizal
    hahaha… pada kondisi perang, apapun bisa terjadi. Tentara menembak wartawan bisa jadi. Karena wartawan juga bisa menjadi mata-mata. Amerika yang perang bawa tank aja seringkali menembak tank temannya sendiri saat perang di irak.

    Yup, beenr banget kawan! Dalam kondisi perang memang apapun dapat terjadi, termasuk pembunuhan wartawan hehehehe… :D

    Originally Posted By gaous afrizal
    Tim–tim adalah agresi ? menurut saya nggak, karena ada masyarkat yang menginginkan untuk bersatu dengan nkri.

    Agresi itu apa?

    Jujur sahaja, tidak mudah untuk mendefinisikan konsep dan perilaku agresi. Tapi secara umum dapat dikatakan, agresi itu termanifestasi dalam bentuk pembunuhan, perampokan, kerusuhan, bahkan peperangan yang merupakan realitas yang terjadi sejak masa silam.

    Namun agar lebih jelas, ada baiknya kita runut mulai secara etimologis dan terminologis. Secara Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi III (2001), agresi adalah :

    (A) Penyerangan suatu negara thd negara lain serangan. (B) Perasaan marah atau tindakan kasar akibat kekecewaan atau kegagalan dlm mencapai pemuasan atau tujuan yg dapat diarahkan kpd orang atau benda. (C) Antara perbuatan bermusuhan yang bersifat penyerangan fisik ataupun psikis terhadap pihak lain.

    Menurut beberapa tokoh seperti Baron & Byrne, 1994, Brehm & Kassin, 1993, dan Brigham, 1991, agresi merupakan perilaku yang dimaksudkan menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis. Dalam hal ini, jika menyakiti orang lain karena unsur ketidaksengajaan, maka perilaku tersebut bukan dikategorikan perilaku agresi. Rasa sakit akibat tindakan medis misalnya, walaupun sengaja dilakukan bukan termasuk agresi. Sbaliknya, niat menyakiti orang lain tetapi tidak berhasil, hal ini dapat dikatakan sebagai perilaku agresi.

    Terkait dengan politik dan militer, sekarang ini yang menentukan apakah suatu tindakan kekerasan merupakan perbuatan agresi, yaitu mengancam perdamaian, adalah Dewan Keamanan PBB via Konvensi Pendirian Mahkamah Pidana Internasional alias ICC (International Criminal Court). Itu berarti penentuan tersebut akan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor politik ril.

    Nah, pigimane kalo dikaitkan dengan Tim-Tim? Secara keterangan di atas, jelas itu agresi :D . Lalu kenapa pemerintah tak menganggap itu agresi? Simpel bro :D , Sebab, para elit politik udeh kagak bise ngebedain lagi tindakan yang adalah agresi, dan mana yang merupakan penggabungan dua wilayah dua negeri, yang benar-benar didasarkan atas kehendak rakyatnya masing-masing.

    Originally Posted By gaous afrizal
    mungkin cuma tambahan. Bahwa, pihak australia dari dulu sangat ingin sekali mengambil wilayah Indonesia. Lihat saja, sejak dahulu, mata-mata australia “main-main” dengan indonesia.

    Agresi, pendudukan dan aneksasi Tim-Tim oleh pemerintah ORBA, memang disupport oleh Barat, terutama oleh Australia & USA. So meskipun apa yang dilakukan Indonesia terhadap Timor Timur sejak 1975 itu melanggar hukum internasional, melanggar prinsip-prinsip PBB, namun ternyata disupport secara penuh oleh pihak Barat. Tanya kenapa? sebab itu adalah demi kepentingan politik mereka.

    Eniwei, makasih banget bro atas partisipasinya dlm berkomentar di blog saia yg teramat sangat keren banget sekali ini :D .

  3. Feb 12, 2010 | gaous afrizal

    masyarkat yang saya maksd ingin bersatu dengan nkri adalah sebagian besar rakyat Tim-Tim. tapi ternyata eh ternyata, “genk” fretilin menang, maklum banyak support.

    dan pada akhirnya saya hanya bisa kasihan. kasihan karena, perjuangan para TNI sia-sia serta “bahagia” karena Australia berhasil masuk “menduduki” Tim-Tim

    BTW boleh ketawa gak buat terakhir ? hahahaha.. kasian anggota dewan yang dukung penayangan Balibo, masa BALIBO dibilang di Filipin (mungkin saking pinternya kali ya… :D )

  4. Feb 12, 2010 | gaous afrizal

    eh iya, lupa. Jika Anda adalah mata-mata yang ingin masuk ke wilayah saya dan merusak keharmonisan wilayah saya yang telah susah payah saya bangun maka, jika HARUS saya akan MEMBUNUH ANDA :D

  5. Feb 12, 2010 | Rifki

    Originally Posted By gaous afrizal
    masyarkat yang saya maksd ingin bersatu dengan nkri adalah sebagian besar rakyat Tim-Tim. tapi ternyata eh ternyata, “genk” fretilin menang, maklum banyak support.

    dan pada akhirnya saya hanya bisa kasihan. kasihan karena, perjuangan para TNI sia-sia serta “bahagia” karena Australia berhasil masuk “menduduki” Tim-Tim

    BTW boleh ketawa gak buat terakhir ? hahahaha.. kasian anggota dewan yang dukung penayangan Balibo, masa BALIBO dibilang di Filipin (mungkin saking pinternya kali ya… :D )

    Ya sudah, yang penting sekarang adalah semoga kondisi Tim-Tim segera pulih, ekonomi mereka baik, rakyat mereka bisa bersekolah, dsb. Namun siapapun yang terbukti melanggar hukum, baik dipihak Indonesia ataupun Tim-Tim, seharusnya ditindak tegas, termasuk oleh hukum internasional. Semoga, amin :D .

    Originally Posted By gaous afrizal
    eh iya, lupa. Jika Anda adalah mata-mata yang ingin masuk ke wilayah saya dan merusak keharmonisan wilayah saya yang telah susah payah saya bangun maka, jika HARUS saya akan MEMBUNUH ANDA :D

    Saia kagum dengan prinsip semeton. Saia begitu pula, andaikata Mekah (Arab Saudi) menginvasi Indonesia, maka meskipun sama² muslim, saia pasti akan menghabisi mereka hehehehe… :D

    Beidewei, I am not Angel either Demon, just a Human. :D

  6. Feb 15, 2010 | Ijét de Rasbani

    Menurut gue, persoalannya bukan apakah agresi atau kagak, tapi lebih tepat disebut “invasi”. Kenapa ? karena agresi adalah aksi militer yang dilakukan untuk menguasai kembali daerah yang pernah diduduki atau dijajah. Sementara invasi merupakan upaya pendudukan secara militer di wilayah yang “berdaulat”.

    Tim-Tim secara De Facto adalah Vacuum of Power, sebab pemberontakan partai komunis pimpinan Xanana Gusmao dan Ramos Horta. Lantas secara De Jure, Tim-Tim masih milik Portugal. Di Tim-Tim terjadi perebutan kekuasaan antara partai komunis dengan partai nasionalis pro Indonesia.

    Nah, Indonesia masuk dalam kondisi Vacuum of Power tersebut. Namun juga, harus dilihat konteks internasonal perang dingin. Artinya, Indonesia dalam posisi “Fait Accompli” (pilihan-terpilih) karena Indonesia butuh modal asing dari USA, Eropa dan Australia.

    Indonesia mulai melakukan invasi ke Tim-Tim tahun 1974, sehari pasca kedatangan Menteri Pertahanan AS, Henry Kissinger di Jakarta. Presiden USA waktu itu adalah Gerald R. Ford yg berasal dari partai Republik. Nah, Indonesia melakukan invasi atas permintaan USA dan Australia untuk membendung blok komunis. Alasannya, jangka pendek: ideologis dan utang luar negeri, dan jangka panjang: minyak (celah timor) dan MNC (Multi Nasional Corporation = perusahaan minyak). Jelas banget kalo invasi ini direstui USA dan sekutunya.

    So, menurut gue, kasus Tim-Tim harus dilihat dalam konteks peta internasional (ekonomi & politik internasional), begitu :D

  7. Feb 15, 2010 | Ijét de Rasbani

    Eh satu tambahan lagi :D . Soal lepasnya Timor Timur dari NKRI, referendum terpaksa dilakukan karena tekanan dari USA dan Australia. Hasil referendum juga diragukan karena ada kemungkinan direkayasa oleh USA dan Australia :D .

    Salam Hangat,
    Ijét de Rasbani

Leave a Comment

Respon Terkini

  1. Feb 21, 2010 by Rifki

    @imcw : OSU, Wah gak nyangka pak dokter sin ...BACALAH SELENGKAPNYA

  2. Feb 21, 2010 by Rifki

    @Dion - Makasih bos buat infonya. hasilnya kita t ...BACALAH SELENGKAPNYA

  3. Feb 21, 2010 by Rifki

    @Ijét de Rasbani -Kanté, iye kenante sino :D. Bel ...BACALAH SELENGKAPNYA