Kontra Intelijen dalam Kasus Century Versi Bendera
Sebagaimana diberitakan oleh harian Rakyat Merdeka bahwa “data aliran dana Bank Century yang dibeberkan LSM Benteng Rakyat untuk Demokrasi (BENDERA) dicurigai sebagai bagian dari operasi kontra-intelijen kubu SBY untuk mendelegitimasi proses politik yang sedang berlangsung di DPR dan proses hukum yang sedang berlangsung di KPK”.
Nah, indikasi tersebut semakin menguat dan logis mengingat keberanian LSM BENDERA mencantumkan secara detail mengenai oknum-oknum yang menerima aliran dana tersebut namun dengan tidak menyebut sumber data-data tersebut. Tentu secara politis sangat kecil kemungkinan pihak BENDERA berani membeberkan daftar oknum-oknum tersebut apabila tidak ada kekuatan besar (mainstream) yang mendukung mereka.
On the other hand, LSM BENDERA tak lain dan tak bukan hanyalah perpanjangan tangan SBY sendiri. Nantinya berdasarkan penyelidikan polisi, data BENDERA tersebut dianggap tidak valid dan mencemarkan nama baik presiden SBY. So, BENDERA merupakan skenario kambing hitam yang digunakan oleh pihak SBY agar terkesan dizalimi sebagai taktik pencintraan bersih dirinya. Yep, itulah ciri khas seorang SBY yang membangun citra politiknya dengan memberikan kesan seolah-olah dizalimi untuk memunculkan simpati rakyat
.
Nah sekarang ini taktik yang samapun digunakan untuk menimbulkan kesan bahwa dia difitnah oleh DPR. Proses terkesan dizalimi itu tengah berjalan sekarang. Di manapun tampil, SBY berkoar-koar bahwa dia difitnah
. Perhatikan baik-baik mementum SBY di kabinet Megawati plus saat pilpress 2009 yang lalu, taktik yang sama pula yang digunakanya
.
Semua hal yang saya ungkapkan di atas itu tidak bermaksud mengajarkan anda untuk membenci SBY, apalagi untuk melakukan makar, namun seperti itulah yang namanya politik, yang mana tidak berbicara tentang kebenaran, namun tentang bagaimana melegitimasi kepentingan (kekuasaan).
Get the point?
Btw, untuk membaca berita selengkapnya, silak klik kata “Bacalah” di bawah.
Data aliran dana Bank Century yang dibeberkan Benteng Rakyat untuk Demokrasi (Bendera) dicurigai sebagai bagian dari operasi kontra-intelijen kubu SBY untuk mendelegitimasi proses politik yang sedang berlangsung di DPR dan proses hukum yang sedang berlangsung di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Lho, kok bisa?
Dua hari lalu, Senin 30 November, Bendera mempublikasikan apa yang mereka sebut sebagai data penerima aliran dana bailout Bank Century. Dalam daftar itu, Bendera mencantumkan sejumlah nama tokoh dan lembaga yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden SBY. Mulai dari Ketua Tim Kampanye Nasional Hatta Radjasa yang kini adalah Menko Perekonomian, dan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Djoko Suyanto yang kini adalah Menko Polkam, sampai Ibas Yudhoyono, putra sulung SBY yang kini adalah anggota DPR dari Partai Demokrat. Pengusaha Siti Hartati Murdaya yang merupakan teman SBY sejak lama pun disebut sebagai penerima aliran dana itu. Tak lupa tiga bersaudara Mallarangeng.
Sehari kemudian, atau kemarin (Selasa 1 Desember), Hatta, Djoko, Andi Mallarangeng dan Ibas Yudhoyono melaporkan Bendera ke Polda Metro Jaya. Mereka menyebut data tersebut fitnah belaka. Masing-masing mereka membantah menerima aliran dana talangan Bank Century.
Di sinilah bau permainan itu mulai tercium.
Jurubicara Komite Bangkit Indonesia (KBI) Adhie Massardi mengatakan bahwa dari informasi yang diterimanya sejak data aliran dana Bank Century versi Bendera ini beredar, dia menyimpulkan ada permainan kontra-intelijen yang dilancarkan kubu SBY untuk melemahkan dan mendelegitimasi proses politik yang sedang bergulir di DPR dan proses hukum yang sedang bergulir di KPK untuk membongkar skandal ini.
Informasi yang diperoleh Adhie Massardi menyebutkan bahwa kelompok tertentu di kubu SBY menggunakan Bendera untuk meniupkan
Sumber: Tercium Bau Kontra Intelijen di Balik Aliran Dana Century Versi Bendera.
Lucunya wapres Budiono, hanya diam membisu. Lebih lucu lagi ketika dia hanya berceloteh “biarkanlah BPK yang memeriksa aliran kasus tersebut”. Alasan dia mungkin agar tidak memperkeruh suasana atau diam adalah emas, padahal penjelasannya amat dibutuhkan untuk meng-clear-kan duduk perkaranya. Tidak salah tuduhan makin mengalir deras kearahnya
Semoga kasus ini segera terselesaikan dengan baik melalui proses hukum yang benar, BUKAN dengan tindakan secara adat apalagi saling memaafkan. Bila cara ini ditempuh, maka akan berdampak negatif bagi pendidikan politik rakyat. Apalah artinya hukum, pengadilan, kepolisian, dsb kalo kasus hanya diselesaikan dengan cara saling memaafkan tanpa disertai proses hukum yang jelas. Hal-hal semacam itu pula-lah yang membuat para pejabat itu makin percaya diri melakukan atau mengulagi perbuatan negatif yang sama (korupsi), karena mereka tau bahwa mereka akan dimaafkan.
Maksud saia, secara pribadi ianya boleh kita maafkan, tapi secara hukum tetap diproses. Sederhananya kurang lebih begitu, menurut saia tentunya hehehe… setuju tak?
zaman sekarang, gak ada yang salah dan benar. Semuanya ini adalah kepentingan dan kebutuhan.
Orang bertindak karena ada kepentingan dan kebutuhan. Kalau, tidak ada kepentingan dan kebutuhan mana mau bertindak
Halo Gaous Afrizal,
Yang bener ajah, pastinya selalu ada yang bener dan yang salah dong. Masalahnya adalah tolak ukur yang digunakan dalam menilai dan menentukan yang benar dan yang salah tersebut. Sebagai sampel, bila seseorang telah terbukti korupsi secara hukum, itu berarti dia pada pihak yang salah, setuju tak ??
.
Beidewei, makasih semeton gaous atas tanggapannya. Bener-bener berkesan, ciieee…
.
kalau secara pribadi mungkin begitu, setuju dengan side. tapi pada kenyataannya sangat berbeda.
coba sekarang kita lihat, Amerika menyerang Irak. banyak yang mengatakan Amerika salah, tapi toh semua pada diam dan anteng2 aja nongkrong di irak. Bahkan beberapa negara di eropa juga ikutan. Tanya kenapa ? karena ada kepentingan. Minyak! Sehingga gak peduli lagi bener atau salah yang penting asoy
kan side sendiri juga yang menulis, di koment sebelah “kepentingan politik” dan pada akhirnya meskipun kita mengatakan itu salah atau benar, tapi toh semuanya anteng2 aja.
Yup, yang penting asoy geboy
. Tapi kalo saia ditanya: apakah amerika benar? Saia katakan dengan tegas: mereka salah
.