Cidomo dan Kenangan Masa Kecil di Desa
Percaya dech seringkali kita suka senyum-senyum sendiri kalo teringat masa kecil (sasak: kodek/becik), baik saat teringat atau melihat foto bentuk fisik kita, hingga mendengar cerita-cerita unik dan lucu dari ortu khusunya ibu. Saya, sekitar tahun ‘80an – ‘90an, memiliki kenangan masa kecil yang teramat sangat indah dan tak terlupakan yang berhubungan dengan Cidomo.
Saya masih ingat saat menggunakan Cidomo bersama batur-batur (kawan-kawan) untuk pergi ke salah satu tempat rekreasi yang cukup populer bagi masyarakat Sasak di Lombok Timur, yakni Darmawangi di Labuan Haji. Dari pegedéngan (rumah), saya sering pula naik Cidomo ketika pergi ke rumah papuq (ninik/datuk) saya yang kebetulan berjarak cukup jauh dari rumah saya. Yang jelas, naik Cidomo ini benar-benar telah menjadi memori manis nan indah yang tak ‘kan terlupakan dalam hidup saya, ciiee..ciiee hehehe
.
Oh yes, mungkin anda bertanya-tanya, Cidomo itu apaan sech om? Don’t worry, i’ll tell you, ciiee
. Jadi begini sobat, Cidomo itu merupakan salah satu angkutan umum massal primadona (yes, primadona) masyarakat Sasak di Pulau Lombok. Itu kendaraan ciri khasnya adalah berbentuk kereta, beroda empat, ditarik oleh kuda dan memiliki seorang sais alias kusir.
Kata Cidomo itu sendiri adalah singkatan dari tiga macam alat transportasi lainnya, yakni Cikar, Dokar dan Montor (baca: Mobil).
Perlu juga untuk engkau ketahui (halah
), bahwasanya masyarakat Sasak terbiasa pula menyebut Cidomo ini dengan kata Cimodok. Hal itu disebabkan oleh bervariasinya logat (dialek) dalam bahasa Sasak. Sehingga di daerah tertentu, seperti di desa saya, masyarakat lebih terbiasa menyebutnya dengan kata Cimodok, sedangkan di desa-desa lain lebih sering menggunakan istilah Cidomo. Meskipun demikian, tentu maknanya tetap sama, hanya urutannya sahaja yang berbeda. Nah, berarti Cimodok kalau dipanjangin menjadi Cikar, Montor, Dokar
.
Saya jelaskan pengertian masing-masing yah, ok?
Yang pertama Cikar. Pada masyarakat Sasak, Cikar termasuk pula Dokar, mirip juga dengan Cidomo, yakni sama-sama berbentuk kereta, namun bedanya Cikar itu tidak memakai atap dan fungsi utamanya adalah untuk mengangkut barang-barang, bukan untuk mengangkut manusia. Oh yes, Cikar itu sendiri ada dua jenis, yang ditarik oleh kuda dan oleh manusia.
Adapun perbedaan Dokar dengan Cidomo bagi masyarakat Sasak di Lombok adalah rodanya berbentuk tipis. Lantas bagaimana dengan Montor?. Nah, kalau “Montor” itu artinya Mobil dalam bahasa suku Sasak. Apakah ada hubungannya dengan Cidomo? Lha iyes
. Nah, bagian mobil yang ada di cidomo itu hanyalah rodanya sahaja, artinya roda yang dipakai di Cidomo itu tidak lain dan tidak bukan adalah roda mobil. Jelas? (halah
).
Oh before i forget. Kalau saya gak khilaf, di Jakarta, Cidomo itu disebut Delman. Kok bisa ada dibanyak lokasi dengan nama berbeda? Oo begini ceritanya bro. Indonesia itu ‘khan pernah dijajah oleh Belanda, dan yang namanya kolonialisasi itu biasanya meninggalkan warisan budaya di wilayah yang pernah dijajahnya, dalam hal ini Indonesia. Nah, Dokar ini konon merupakan warisan kompeni Belanda. Info yang saya dapat, Dokar berasal dari kata Dogcart, Deeleman adalah asal usul kata Delman, Grootbak untuk Grobak, Dos a dos untuk Sado, dan Bendy untuk Bendi.{{1}}
Satu hal yang pasti adalah kita akan mendapatkan sensasi tersendiri ketika menaiki Cidomo ini. Bagaimana tidak..! kudanya binal, dan kusirnya-pun ramah pula. Oh satu lagi bro, bila anda sebagai penumpang duduk di bagian depan, maka anda akan menyaksikan suatu pemandangan yang amat sangat jarang anda temukan dalam hidup anda. Apaan tuh bro? Itu lho, anda dapat menonton kudanya buang kotoran berwarna kuning kehijau-hijauan.
Terus..terus gimana dengan baunya? Masya Allah, jangan ditanya, pastinya harum semerbak…mewangi…langsung masuk ke paru-paru anda yang paling dalam hehehe
. Yes, itulah dia bro sensasinya menaiki Cidomo hehehe
. Makanya sempatkan diri anda bervisit ria ke Pulau Lombok. Saya tunggu, ok?.
Btw, agar anda tidak bertanya-tanya lagi, neh saya kasih foto-fotonya.
[[1]] Dindalira: Baru Tahu.[[1]]
[[2]] Djaka Farezki’s Photostream on Flickr.[[2]]
[[3]] Wiendietry’s Photostream on Flickr.[[3]]



@imcw : OSU, Wah gak nyangka pak dokter sin ...BACALAH SELENGKAPNYA
@Dion - Makasih bos buat infonya. hasilnya kita t ...BACALAH SELENGKAPNYA
@Ijét de Rasbani -Kanté, iye kenante sino :D. Bel ...BACALAH SELENGKAPNYA